Disertasi
Cognitive Instructional Design (CID) dalam pembelajaran bahasa inggris berorientasi \"proficiency\" untuk pembelajaran di Perguruan Tinggi / Yepi Sedya Purwananti
Abstrak
RINGKASAN Purwananti Yepi Sedya. 2019. Cognitive Instructional Design (CID) Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Berorientasi Proficiency Untuk Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Disertasi. Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari M.Pd. M.Ed. (II) Prof. Bambang Yudi Cahyono M.A. Ph.D. (III) Dr. Sulton M.Pd. Kata Kunci CID pembelajaran Bahasa Inggris berorientasi proficiency Pembelajaran sebagai suatu upaya membelajarkan siswa mengacu pada teori pembelajaran yang mempreskripsikan strategi atau metode yang dapat memudahkan proses belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam pembelajaran bahasa khususnya bahasa asing proses kognitif menjadi salah satu faktor yang mendominasi dimana bahasa diperoleh dengan cara belajar. Bahasa Inggris sebagai bahasa asing pertama di Indonesia perlu mendapatkan perhatian khususnya pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat perguruan tinggi. Proficiency dalam Bahasa Inggris saat ini menjadi tuntutan di berbagai bidang kehidupan. Perguruan tinggi sebagai tingkat tertinggi dalam pendidikan menjadikan kemampuan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang perlu dikuasai oleh mahasiswa. Cognitive Instructional Design (CID) dalam pembelajaran Bahasa Inggris berorientasi proficiency bagi mahasiswa perguruan tinggi ini merupakan upaya untuk meningkatkan tingkat proficiency mahasiswa melalui pembelajaran yang terstruktur. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model prosedural dengan langkah-langkah yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan model Dick Carey dan Carey. Tahapan penelitian dibagi menjadi tiga yaitu tahap analisis tahap pengembangan dan tahap evaluasi. Tahap analisis terdiri dari evaluasi tujuan pembelajaran analisis tujuan pembelajaran analisis kemampuan awal pebelajar dan analisis pebelajar dan konteks pembelajaran. Tahap pengembangan terdiri dari pengembangan instrumen penilaian pengembangan strategi pembelajaran yang menghasilkan model pembelajaran dan pengembangan materi pembelajaran yang menghasilkan paket pembelajaran dalam bentuk printed dan mediated material. Hasil pengembangan yang dilakukan kemudian diimplementasikan untuk mengetahui kefektifan produk yang dihasilkan. Uji eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest dilakukan untuk kelas program studi pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Tulungagung dengan jumlah responden 16 mahasiswa. Hasil uji eksperimen menunjukkan adanya pengaruh positif penggunaan produk hasil pengembangan terhadap peningkatan skor pada uji proficiency mahasiswa. Peningkatan dapat dilihat di masing-masing bagian tes yaitu listening comprehension structure and written expressions dan reading comprehension. Hasil pengembangan ini memiliki kelebihan dan kelemahan yang masih perlu untuk diperbaiki. Keterbatasan utama dalam produk ini adalah sifat penggunaan yang terbatas pada lingkup pembelajaran Bahasa Inggris yang hanya berorientasi pada skor proficiency test dan juga pengajar yang kompeten menjadi penentu keberhasilan implementasi pembelajaran ini. Serta sikap pebelajar yang terkait dengan kesadaran diri motivasi diri dan motivasi belajar serta self-learning management sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Dari hasil penelitian dan pengembangan ini diharapkan mampu membantu pengajar dan pebelajar dalam meningkatkan proficiency Bahasa Inggris dengan mencapai standar nilai tertentu. Bagi peneliti yang tertarik dengan pembelajaran Bahasa inggris berorientasi proficiency ini diharapkan mampu mengembangkan sistem pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan era digital saat ini.