Skripsi
Proses kreatif aktor dalam penciptaan karakter pada pementasan \"Mawar dalam Bingkai\" oleh Indische Theatre / Muhammad Hafidh Fadli
Abstrak
RINGKASAN Fadli Muhammad Hafidh. 2018. Proses Kreatif Aktor dalam Penciptaan Karakter pada Lakon Mawar Dalam Bingkaioleh Indische Theatre. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Hj. Siti Cholisatul Hamidah M. Pd. Kata Kunci aktor karakter analisis karakter transformasi communion Aktor merupakan salah satu cabang seni yang memiliki keunikan tersendiri dalam proses kreatifnya. Proses kreatif aktor pada hakikatnya terdiri dari analisis karakter dalam naskah transformasi dan communion. Untuk memperoleh hasil yang maksimal tentunya aktor harus bisa melewati ketiga tahap tersebut dengan baik. Sayangnya masih banyak aktor yang kurang maksimal dalam melakukan proses kreatifnya sehingga mendapatkan hasil yang kurang maksimal pula. Dengan latar belakang tersebut penelitian ini dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memaparkan proses kreatif aktor dalam penciptaan karakter yang meliputi analisis karakter dalam naskah transformasi dan communion-nya pada lakon Mawar dalam Bingkaioleh Indische Theatre. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan cara wawancara dan pengamatan data. Responden penelitian ini adalah dua aktor dan dua juri Festival Teater Mahasiswa se-Jawa Timur Sepasang Aktor 2017.Data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dengan responden penelitian naskah Barabah karya Motinggo Busye dan naskah Mawar dalam Bingkai karya M. H. Fadli. Proses kreatif AC padaproses analisis karakter dalam naskah Barabah dan Mawar dalam Bingkaimenginterpretasikan tokoh Banio memiliki dimensi fisiologis tua beruban dan rabun berdimensi sosiologis mantan anggota marching band dan militer dan memiliki sebelas mantan istri berdimensi psikologis keras pikun penyabar dan senang menyimpan benda dari orang yang disayang. Proses kreatif LA pada analisis karakter dalam naskah Barabah dan Mawar dalam Bingkai menginterpretasikan tokoh Barabah memiliki dimensi fisiologis berumur 28 tahun dan cantik berdimensi sosiologis patuh pada orang tua berdimensi psikologis penurut tetapi memiliki sisi maskulinitas dalam pengambilan keputusannya. Proses transformasi AC melakukan observasi pada objek lain sebagai pemerkuat fisiologis tuanya mencari kesamaan sifat antara dirinya dan tokohnya mempelajari sejarah Indonesia dan mengingat-ingat kembali peristiwa dalam hidupnya yang memiliki kesamaan situasi dengan naskah. Dalam proses transformasi LA melakukan observasi dan mencari kesamaan sifat antara dirinya dan tokohnya dan meresapi situasi dalam naskah. Dalam proses communionAC melakuakn interaksi lebih intim dengan lawan mainnya seperti latihan bersama bercanda bercerita serta memanggil lawan mainnya dengan sebutan lsquo Ibah rsquo seperti dalam naskah. Dalam proses communion LA memiliki keberjarakan dengan AC sebagai lawan mainnya dikarenakan ia risih dengan perlakuan AC yang dirasa terlalu berlebihan untuk menjalin aspek ini. Keberjarakan ini ternyata dapat ditangkap oleh dua dewan juri yang juga sebagai perwakilan penonton pertunjukan ini dalam Festival Teater Mahasiswa se-Jawa Timur Sepasang Aktor 2017. Kedua juri menyatakan bahwa kekuatan tokoh Barabah kalah dengan kekuatan tokoh Banio seperti kurang adanya keterikatan batin satu sama lain. Aspek inilah yang akhirnya menjadi kelemahan aktor pada serangkaian proses kreatifnya.