Skripsi
Kemampuan literasi guru sekolah dasar / Diah Krisdayanti
Abstrak
RINGKASAN Krisdayanti Diah. 2019. Kemampuan Literasi Guru Sekolah Dasar 2018/2019. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Suyono M.pd. Kata kunci literasi kemampuan literasi guru Sekolah Dasar Literasi berasal dari bahasa Inggris yaitu literacy yang berarti keberaksaraan. Meskipun demikian literasi bukan hanya perkara baca-tulis melainkan baca-kaji-hitung-nalar-kritis-tulis-komunikatif. Salah satu tatanan yang mendasar dari literasi adalah kemampuan literasi dasar (basic literacy) yakni proses kolaboratif membaca berpikir dan menulis. Oleh karena itu literasi menjadi hal penting yang harus dikuasai individu. Pentingnya literasi dan rendahnya tingkat kemampuan literasi anak-anak Indonesia mendorong pemerintah untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat Indonesia melalui program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS dapat tercapai secara optimal apabila guru sebagai fasilitator utama memiliki kemampuan literasi yang tinggi sehingga mampu mendorong memotivasi menggerakkan dan meningkatkan kemauan serta kemampuan literasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi dasar guru sebagaimana yang terdapat pada kemampuan merangkum membandingkan dua teks mengkritik teks membahasakan tabel dan diagram serta membuat tampilan visual dalam bentuk peta konsep. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian berupa skor dan sumber data penelitian ini adalah guru-guru Sekolah Dasar (SD) Kota Batu. Pengumpulan data diambil melalui tes kemampuan literasi dasar yang terdiri atas berbagai kegiatan literasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengelompokkan data memberikan skor pada masing-masing kegiatan menjumlahkan skor secara keseluruhan mengelompokkan skor kemampuan literasi dasar guru berdasarkan kategori dan mendeskripsikan hasil penelitian. Hasil penelitian kemampuan literasi dasar guru SD Kota Batu ditinjau dari perbedaan usia terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok dewasa awal dengan rentang usia 20 40 tahun dan kelompok dewasa lanjut dengan rentang usia 41 60 tahun. Berdasarkan pembagian kelompok usia tersebut hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi dasar guru SD Kota Batu terdiri atas lima aspek. Pertama kemampuan merangkum guru kelompok dewasa awal dan kelompok dewasa akhir tergolong amat baik dengan rerata total skor 92.18 sedangkan selisih skor keduanya 6.1 (kelompok usia dewasa awal 94.34 v kelompok usia dewasa akhir 88.18). Pada keempat aspek lainnya kemampuan kedua kelompok usia tersebut tergolong baik yakni aspek membandingkan teks dengan total skor 74.41 dan selisih 8.2 (kelompok usia dewasa awal 77.29 kelompok usia dewasa lanjut 69.09) mengkritik teks dengan total skor 77.28 dan selisih 4.23 (Kelompok usia dewasa awal 72.86 kelompok usia dewasa lanjut 68.63) membahasakan tabel dan diagram dengan total skor 77.26 dan selisih 17.06 (Kelompok usia dewasa awal 83.27 kelompok usia dewasa lanjut 66.21) serta membuat peta konsep dengan total skor 64.89 dan selisih 4.51 (Kelompok usia dewasa awal 66.47 kelompok usia dewasa lanjut 61.96). Berdasarkan rerata skor tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi dasar guru SD Kota Batu Kelompok dewasa awal lebih tinggi dibandingkan guru kelompok dewasa lanjut. Secara keseluruhan kemampuan literasi dasar guru tergolong baik kecuali pada aspek merangkum tergolong amat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik simpulan bahwa kemampuan literasi dasar guru hendaknya tetap ditingkatkan dengan cara menambah kegemaran membaca turut aktif dalam kegiatan pelatihan atau seminar dan aktif menghasilkan karya tulis sehingga target GLS dapat terpenuhi dengan maksimal. Berikutnya dampak yang diharapkan dari penelitian ini disasarkan pada peneliti lain dan pemerintah. Peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini menjadi penelitian yang lebih sempurna dan menyeluruh misalnya dengan tidak hanya merekam kemampuan literasi tetapi juga faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan literasi guru. Bagi pemerintah dengan hasil penelitian yang terpapar pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat mencanangkan program-program yang relevan untuk meningkatkan kemampuan literasi bagi guru.