Skripsi
Pengaruh latihan beban leg press dan squat terhadap power otot tungkai pelari di PASI Kota Malang / Jaya Suprapto
Abstrak
RINGKASAN Suprapto Jaya. 2019. Pengaruh Latihan Beban Leg press dan Squat terhadap Power Otot Tungkai Pelari Di PASI Kota Malang. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Supriyadi M.Kes. (II) Dra. Desiana Merawati M.S. Kata Kunci latihan leg press latihan squat Power otot tungkai. Lari merupakan gabungan antara kemampuan gerakan langkah kaki dan ayunan tangan dengan jarak tertentu yang ditempuh dengan durasi waktu sesingkat-singkatnya. Kecepatan lari maksimal memerlukan power tungkai yang besar sebagai daya dorong sehingga pelari mampu melakukan lari dengan kecepatan tinggi. Power otot tungkai berfungsi sebagai dorongan ketika melakukan start pada saat berlari power otot tungkai juga diperlukan selama lari berlangsung sampai menyentuh garis finish. Kemampuan power otot tungkai yang baik salah satunya dapat ditingkatkan dengan latihan beban. Bentuk latihan beban yang efektif untuk meningkatkan power otot tungkai yaitu leg press dan squat karena kedua bentuk latihan ini sama-sama berfokus pada komponen otot tungkai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan beban leg press dan squat terhadap power otot tungkai pelari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu (Pre-Experimental) berupa Desain prates-pascates kelompok statik (The Static Grup Pretest-Posttest Design). Jumlah subjek penelitian sebanyak 20 orang yang rutin berlatih di PASI kota Malang berusia 17-20 tahun. Keseluruhan sampel dibagi dua kelompok yaitu kelompok leg press dan squat. Proses pengambilan data pretest dan posttest dilakukan dengan standing board jumpt test. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan bantuan SPSS seri 23.0. Hasil uji Anova menggunakan One Way Anova didapatkan nilai F hitung kelompok latihan leg press 1.081 kelompok latihan squat 5.065 p kelompok leg press 0.00 0.05 dan p kelompok squat 0.000 0.05. Hasil penghitungan antara leg press dan squat menunjukkan nilai p lebih kecil dari 0.05 (p 0.05) maka hipotesis nol (Ho) ditolak yang berarti ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara pemberian latihan leg press dan latihan squat terhadap peningkatan power otot tungkai. Dari perhitungan mean leg press diperoleh hasil mean sebesar 260.139 sedangkan latihan squat diperoleh mean sebesar 307.778. Berdasarkan analisis data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa latihan squat lebih besar pengaruhnya untuk peningkatan power otot tungkai dibandingkan latihan leg press. Saran penelitian untuk peneliti selanjutnya yaitu perlu memperhatikan jumlah sampel dan lamanya latihan agar hasil penelitian semakin valid serta lebih ketat dalam mengontrol variabel bebas yang dapat mempengaruhi variabel terikat.