Skripsi
Perubahan pengembangan pada tanah desa Pucangro Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan yang distabilisasi dengan kapur dan abu sekam padi pada proses konsolidasi / Liling Valentina
Abstrak
RINGKASAN Valentina Liling. 2019. Perubahan Pengembangan pada Tanah Desa Pucangro Kabupaten Lamongan yang Distabilisasi dengan Kapur dan Abu Sekam Padi pada Proses Konsolidasi. Skripsi Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ir. I Wayan Jirna M.T. (II) Drs. Eko Setyawan S.T. M.T. Kata Kunci Perubahan Pengembangan Stabilisasi Kapur Abu Sekam Padi Tanah merupakan hal yang sangat penting karena berfungsi sebagai penerima dan penahan beban yang ada di atasnya. Dari hasil survey lokasi di Desa Pucangro Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan ditemukan kondisi retak-retak ambles dan bergelombang pada konstruksi jalan beton yang masih baru. Hal tersebut menunjukkan daya dukung tanahnya yang rendah. Berdasarkan penelitian pendahuluan diperoleh nilai Liquid Limit (LL) 77 25% Plasticity Index (PI) 35 38% dan Persentase Pengembangan sebesar 33 64%. Menurut Hardiyatmo (2017) jenis tanah dengan potensi pengembangan sangat tinggi ditunjukkan dengan nilai Liquid Limit (LL) 63% Plasticity Index (PI) 35% dan Persentase Pengembangan 30%. Berdasarkan kondisi tersebut tanah Desa Pucangro tergolong tanah dengan potensi pengembangan sangat tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan perbaikan tanah salah satunya dengan cara stabilisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan pengembangan pada tanah lempung setelah distabilisasi menggunakan kapur dan abu sekam padi pada proses konsolidasi. Persentase penambahan yang digunakan ada empat yaitu kapur 0% abu sekam padi 0% kapur 15% abu sekam padi 5% kapur 15% abu sekam padi 10% dan kapur 15% abu sekam padi 15% terhadap berat kering tanah. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan penelitian deskriptif eksperimental. Pengujian yang dilakukan yaitu uji potensi pengembangan atau penurunan satu dimensi tanah kohesif dengan jumlah sampel sebanyak 4 buah. Subjek penelitian berupa tanah terganggu dari Desa Pucangro. Pengambilan tanah dilakukan dengan cara manual pada kedalaman 0 5-1 meter. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa tanah mengalami perubahan pengembangan setelah distabilisasi dengan kapur dan abu sekam padi. Nilai pengembangan paling kecil yaitu 1 066% pada penambahan kapur 15% dan abu sekam padi 15%.