Skripsi
Evaluasi kinerja simpang bersinyal di Jalan Ciliwung, Letjen Sutoyo, dan Letjen S. Parman, Kota Malang / Dilian Caesar Rura Patulak
Abstrak
ABSTRAK Patulak Dilian Caesar Rura. 2019. Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal di Jalan Ciliwung Letjen Sutoyo dan Letjen S. Parman Kota Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Pranoto S.T. M.T. (II) Dr. Ir. Henri Siswanto M.T. Kata Kunci Evaluasi Simpang Bersinyal Simpang Ciliwung Kota Malang Evaluasi kinerja simpang bersinyal diperlukan sebagai peninjauan untuk mengetahui tingkat pelayanan terkini. Simpang bersinyal di Jalan Ciliwung Letjen Sutoyo dan Letjen S. Parman merupakan salah satu persimpangan yang mengalami masalah kemacetan di Kota Malang. Berdasarkan hasil survei awal permasalahan yang terlihat antara lain antrian kendaraan tundaan kendaraan ketidaklancaran belok kiri langsung dari Jalan Letjen S. Parman dan lebar pendekat yang tidak sesuai dengan arus yang melewatinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) kinerja simpang bersinyal di Jalan Ciliwung Letjen Sutoyo dan Letjen S. Parman pada kondisi eksisting. (2) solusi alternatif untuk meningkatkan kinerja simpang bersinyal di lokasi tersebut. (3) kinerja simpang bersinyal 5 tahun mendatang. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah dengan cara merekam pergerakan kendaraan menggunakan alat perekam. Setiap perekam akan diletakkan pada masing-masing pendekat. Pengambilan data dilakukan selama 3 hari yaitu hari Sabtu 13 April 2019 dan Minggu 14 April 2019 mewakili hari libur serta hari Senin 15 April 2019 mewakili hari kerja. Penelitian dilakukan selama masing-masing 4 jam pada pagi dan sore hari dengan interval waktu 15 menit per jamnya. Sedangkan untuk analisis perhitungan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Hasil kinerja simpang bersinyal untuk kondisi saat ini menghasilkan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0 898 untuk pendekat utara (Jalan Letjen S. Parman) 0 902 untuk pendekat timur (Jalan Ciliwung) dan 0 905 untuk pendekat selatan (Jalan Letjen Sutoyo). Hasil tersebut melebihi batas yang disyaratkan yaitu 0 85 yang berarti mendekati lewat jenuh. Tundaan simpang rata-rata (DI) sebesar 35 05 det/smp sehingga masuk dalam tingkat pelayanan kelas D. Alternatif 1 dilakukan penambahan rambu untuk belok kiri mengikuti isyarat lampu pada pendekat utara dan perubahan lebar jalan pada pendekat timur menghasilkan (DS) untuk pendekat utara sebesar 0 831 timur sebesar 0 830 dan selatan sebesar 0 805 dengan (DI) sebesar 23 62 det/smp masuk dalam tingkat pelayanan kelas C. Alternatif 2 dilakukan pelebaran jalan pada tiap pendekat menghasilkan (DS) untuk pendekat utara sebesar 0 770 timur sebesar 0 762 dan selatan sebesar 0 795 dengan (DI) sebesar 16 58 det/smp masuk dalam tingkat pelayanan kelas C. Kinerja simpang bersinyal 5 tahun mendatang untuk alternatif 1 menghasilkan (DS) untuk pendekat utara sebesar 0 934 timur sebesar 0 932 dan selatan sebesar 0 905 dengan (DI) sebesar 26 53 det/smp dan masuk dalam tingkat pelayanan D. Sedangkan untuk alternatif 2 menghasilkan (DS) untuk pendekat utara sebesar 0 865 timur sebesar 0 856 dan selatan sebesar 0 893 dengan (DI) sebesar 18 62 det/smp dan masuk dalam tingkat pelayanan C.