Skripsi
Membaca dua lukisan Masari Arifin berjudul \"badut #3\" dan \"muka terbelah\" dengan pendekatan kritik seni holistik / Saiful Badri
Abstrak
RINGKASAN Badri Saiful. 2019. Membaca Dua Karya Lukis Masari Arifin Berjudul Badut 3 dan Muka Terbelah . Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Lilik Indrawati M.Pd. (II) Abdul Rahman Prasetyo S.Pd M.Pd. Kata kunci Badut 3 dan Muka Terbelah Karya Lukis Masari Arifin. Karya lukis Masari Arifin merupakan wujud benda seni yang memiliki nilai atau isi. Lukisan Masari Arifin yang berjudul Badut 3 dan Muka Terbelah memiliki keunikan dan mengandung nilai-nilai yang dapat ditangkap oleh penghayat seni dengan melebur dalam pengalaman seninya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan nilai-nilai yang terkandung dalam karya lukis Masari Arifin yang berjudul Badut 3 dan Muka Terbelah . Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik seni holistik. Hasil akhir dari penelitian ini adalah kesimpulan nilai berupa sintesis lukisan Badut 3 dan Muka Terbelah . Kritik seni dalam penelitian ini ditampilkan sebagai deskripsi latar belakang Masari Arifin yang digali dari informasi genetik seniman analisis formal dari lukisan Badut 3 dan Muka Terbelah serta interpretasi peneliti sebagai informasi atau alasan afektif. Data penelitian ini diperoleh dari wawancara observasi dan analisis dokumen. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triagulasi sumber dengan cara membandingkan hasil wawancara terhadap Masari Arifin dengan informan-informan pendukung. Selain triangulasi sumber pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini juga menggunakan triangulasi teknik yaitu dengan membandingkan dan memadukan data-data observasi wawancara serta dengan analisis dokumen agar dieroleh data latar belakang kehidupan Masari Arifin benar dan nyata. Visual lukisan Badut 3 dan Muka Terbelah sama-sama menampilkan citra abstrak dikerjakan dengan teknik media campuran serta pembakaran medium plastik di atas kanvas. Hal yang membedakan dua lukisan tersebut adalah komposisi warna serta wujud visual masing-masing lukisan. Lukisan Badut 3 memiliki objek utama yang diasumsikan peneliti sebagai tengkorak manusia sedangkan visual Muka Terbelah terdiri dari komposisi bidang berlapis dengan corak warna-warna yang abstrak. Kedua lukisan tampak berkesinambungan dan memiliki satu tema memuat visual yang secara tersirat menggambarkan karakteristik oknum-oknum koruptor. Inspirasi tersebut berangkat dari kegelisahan Masari Arifin terhadap pencemaran lingkungan oleh limbah plastik serta fenomena sosial dalam masyarakat. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa karya lukis Masari Arifin yang berjudul Badut 3 dan Muka Terbelah mengandung nilai-nilai di dalamnya yaitu nilai lingkungan dan sosial. Pencemaran lingkungan akibat limbah plastik yang sulit terurai secara alami di alam harus diminimalisir sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan. Secara tersirat lukisan-lukisan tersebut juga terbaca sebagai upaya seniman untuk membuka kesadaran masyarakat akan karakteristik koruptor. Hal ini bertujuan agar masyarakat lebih selektif ketika memilih pemangku jabatan badan negara dalam masa pemilihan umum.