UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Peran Pemerintah Daerah dalam melestarikan batik matoa khas Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan / Putri Innasa Muashomah

Muashomah, Putri Innasa - Nama Orang;

Abstrak
RINGKASAN Muashomah Putri Innasa. 2019. Peran Pemerintah Daerah Dalam Melestarikan Batik Matoa Khas Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Nurul Aini M.Pd. (II) Dra. Idah Hadijah M.Pd. Kata Kunci peran melestarikan batik matoa Batik Matoa merupakan batik tulis unggulandari Kecamatan Sukorejo yang menggunakan tanaman matoa sebagai motif dan bahan pewarnanya.Oleh pemerintah daerah batik ini telah diupayakan pelestariannya namun upaya tersebut belum maksimal untuk menunjang produksi batik matoa.Selama ini pemerintah hanya menyediakan pameran saja untuk melestarikan batik. Selain itumasyarakat kurang tertarik untuk memproduksi Batik Matoa padahal pasarnya sangat bagus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik batik dan peran apa saja yang dilakukan oleh pemerintah untuk melestarikan batik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi wawancara dan dokumentasi.Informan dalam penelitian ini antara lain pengrajin batik matoa dan 2 staf pemerintahan. Informan tersebut adalah seseorang yang berurusan langsung dengan obyek penelitian ini dan memiliki banyak informasi tentang pembahasan yang diangkat peneliti. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan tekniktriangulasi. Berdasarkan analisis data maka hasil yang didapat adalah (1) karakteristik motif batik matoa yaitu motif ornamen terdiri dari rangkaian buah daun tangkai serta truntum sedangkan motif isen-isennya adalah cecek-cecek. Sedangkan karakteristik bahan pewarna ialah bahan pewarna dari alam tanpa campuran bahan kimia (2) peran pemerintah sebagai fasilitator yaitu pameran pasar murah dan festival (3) peran pemerintah sebagai katalisator yaitu penyusunan buku profil IKM dan program Satrya Emas (4) peran pemerintah sebagai regulator yaitu sertifikasi Batik Mark (5) faktor pendukung yaitu ketersediaan bahan baku sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya tenaga kerja dan perlindungan hak cipta belum efektif dan (6) solusinya yaitu mensosialisasikan batik dan pelatihan membatik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemerintah menjalankan perannya dalam pelestarian batik dengan baik namun ada hal-hal yang perlu untuk diperhatikan dan lebih ditingkatkan lagi. Berdasarkan kesimpulan tersebut maka dalam melakukan kegiatan pelestarian diharapkan pemerintah memperhatikan kaidah pelestarian obyek warisan budaya tak benda melakukan kegiatan pelestarian melalui organisasi masyarakat seperti PKK dan mengembangkan batik matoa sebagai obyek pariwisata edukasi.


Informasi Detail
DDC
Rs 746.662 MUA p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Tata Busana, 2019.
Deskripsi Fisik
xiii, 147 lembar: il., tab.; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00158/KI/20
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2019
Subjek
1. BATIK - PELESTARIAN
2. BATIK - PRESERVATION

Pembimbing
1. Nurul Aini; 2. Idah Hadijah
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik