Tesis
Pengembangan modul materi keanekaragaman hayati dan protista berdasarkan identifikasi miskonsepsi menggunakan instrumen diagnostik three tier pada siswa kelas X SMA/MA di Jawa Timur / Intan Yunanda
Abstrak
ABSTRAK Yunanda Intan. 2019. Pengembangan Modul Materi Keanekaragaman Hayati dan Protista Berdasarkan Identifikasi Miskonsepsi Menggunakan Instrumen Diagnostik Three Tier pada Siswa Kelas X SMA/MA di Jawa Timur. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dra. Herawati Susilo M.Sc. Ph.D. (II) Prof. Dr. Abdul Gofur M.Si. Kata Kunci keanekaragaman hayati miskonsepsi modul protista Miskonsepsi merupakan konsep salah yang dimiliki oleh siswa dan tidak sesuai dengan konsep para ahli. Penyebab miskonsepsi salah satunya adalah buku teks yang menjadi pegangan siswa dalam kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul materi keanekaragaman hayati dan protista berdasarkan hasil identifikasi miskonsepsi menggunakan instrumen diagnostik three tier pada siswa kelas X SMA/MA di Jawa Timur. Objek penelitian adalah siswa kelas X di 3 sekolah yang berada di wilayah Malang Kota Kabupaten Lamongan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Trenggalek untuk identifikasi miskonsepsi. Jumlah siswa sebagai objek penelitian adalah 761 siswa. Objek penelitian pengembangan modul adalah siswa kelas X SMA Islam Malang. Penelitian yang dilakukan mengembangan modul materi keanekaragaman hayati dan protista berdasarkan hasil identifikasi miskonsepsi yang berfungsi untuk mencegah miskonsepsi menggunakan model ADDIE. Pengembangan instrumen diagnostik three tier untuk identifikasi miskonsepsi pada materi keanekaragaman hayati dan protista menggunakan langkah penelitian dalam Treagust. Hasil penelitian menunjukkan hasil pengembangan instrumen diagnostik three tier adalah 30 soal materi keanekaragaman hayati dan protista. Kevalidan instrumen diagnostik three tier adalah 98 16% atau sangat valid tingkat kesukaran termasuk sedang yaitu 53 33% untuk keanekaragaman hayati dan 46 67% untuk protista reliabilitas tergolong tinggi yakni 0 621 untuk keanekaragaman hayati dan 0 606 untuk protista serta validitas instrumen 100 00% valid untuk keanekaragaman hayati dan 87 00% untuk protista. Hasil identifikasi miskonsepsi materi keanekaragaman hayati indikator 1 yaitu 65 30% kategori sedang indikator 2 yaitu 62 04% kategori sedang dan indikator 3 yaitu 57 93% kategori sedang. Hasil identifikasi miskonsepsi materi protista indikator 1 yaitu 55 24% kategori sedang indikator 2 yaitu 59 90% kategori sedang indikator 3 yaitu 70 17% kategori tinggi indikator 4 yaitu 70 78% kategori tinggi dan indikator 5 yaitu 63 49% kategori sedang. Hasil pengembangan modul materi keanekaragaman hayati dan protista terdapat konsep penting merupakan pembetulan konsep dari konsep yang sering membuat siswa mengalami miskonsepsi. Kevalidan modul yakni 96 50% atau sangat valid. Hasil respon siswa terhadap modul 90 60% atau sangat valid. Hasil pengembangan modul digunakan untuk mencegah dan mengurangi miskonsepsi pada siswa.