UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Implementasi gerakan literasi sekolah pada sekolah menengah pertama di Kota Malang / Wahyu Nor Aini

Aini, Wahyu Nor - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Aini Wahyu Nor. 2019. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Pada Sekolah Menengah Pertama di Kota Malang. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Titik Harsiati M.Pd. Kata Kunci Implementasi Literasi Sekolah Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kegiatan atau aktivitas pembiasaan pengembangan dan pembelajaran pada Gerakan Literasi Sekolah jenjang Sekolah Menengah Pertama di Kota Malang. Di mana siswa diharapkan mampu memahami informasi secara analitis kritis dan reflektif. Hal itu membuat pemerintah menginisiasi sekolah dengan menciptakan gerakan literasi secara nasional. Pada era ini pengetahuan sangat mudah didapat dan dipelajari oleh masyarakat. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) relevan dengan kebutuhan siswa dan sekolah sebagai modal pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas produktif dan berdaya saing berkarakter serta nasionalis. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini dimaksudkan untuk mengetahui keadaan langsung di lapangan mengenai implementasi GLS di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang. Penelitian ini mendeskripsikan implementasi yang diterapkan di sekolah mulai dari pembiasaan pengembangan dan pembelajaran. Data implementasi GLS diambil dari lima Sekolah Menengah Pertama di Kota Malang yaitu SMPN 3 SMPN 4 SMPN 5 SMPN 6 dan SMPN 8. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa GLS sudah dilakukan di sekolah terteliti. Dalam Implementasi GLS tahap pembiasaan sekolah yang sudah mantap melaksanakan GLS yaitu SMPN 3 Malang dengan penambahan literasi digital. Sekolah yang cukup mantap penerapanya yaitu SMPN 5 Malang dengan tidak membatasi buku bacaan. Sekolah yang sudah baik penerapannya yaitu SMPN 6 Malang menduduki posisi ketiga dengan memanfaatkan karya siswa yang dipublikasikan melalui majalah sekolah. Adapun sekolah yang masih berkembang penerapanya yaitu SMPN 4 Malang dan SMPN 8 Malang meskipun kedua sekolah ini memiliki ciri tersendiri dalam menentukan bacaan siswa. Implementasi GLS tahap pengembangan dilakukan dengan sekolah mengadakan jam membaca mandiri kecuali SMPN 8. Semua sekolah juga sudah membentuk tim literasi yang terstruktur. Dalam implementasi tahap pengembangan sekolah yang sudah mantap penerapannya yaitu SMPN 5 dengan memiliki klub baca untuk meningkatkan literasi siswa melalui media seperti blog atau media sosial lainnya. Sekolah yang cukup mantap penerapanya yaitu SMPN 3 dan SMPN 8 yang sudah mengadakan pameran buku karya siswa. Adapun sekolah yang sudah baik penerapanya yaitu SMPN 4 dan SMPN 6 yang mengadakan pelatihan menulis dan lomba menulis. Implementasi GLS tahap pembelajaran dilakukan semua sekolah menggunakan buku pengetahuan dan buku pengayaan dalam pembelajaran terkait membaca. Sekolah yang sudah mantap implementasi tahap pembelajaran yaitu SMPN 3 dengan tagihan akademik yang bervariasi yaitu dengan pembuatan buku antologi karya siswa ulasan bacaan dan laporan. Sekolah yang cukup mantap dalam tahap ini yaitu SMPN 6 yang mengarahkan tagihan akademik pada ulasan dan laporan. Sekolah yang sudah baik dalam tahap ini yaitu SMPN 5 yang melakukan strategi membaca skimming yang berbeda dengan yang lain dan mengarahkan tagihan siswa pada pembuatan buku antologi karya siswa. Adapun sekolah yang masih berkembang dalam tahap ini yaitu SMPN 4 dan SMPN 8 yang hanya menggunakan strategi membaca dalam hati. Serta belum memberikan penghargaan akademis kepada siswa. Saran untuk masing-masing sekolah dalam pengimplementasian GLS berbeda-beda sesuai dengan kadar kebutuhan yang perlu dikembangkan. Dalam implementasi GLS tahap pembiasaan kepada sekolah yang sudah mantap disarankan perlu memanfaatkan majalah sekolah untuk memublikasikan karya siswa. Kepada sekolah yang cukup mantap pada tahap ini disarankan untuk lebih memantau hasil ulasan siswa pada jurnal literasi dan mencoba pembiasaan dengan menggunakan literasi digital. Kepada sekolah yang sudah baik dalam tahap ini disarankan untuk meningkatkan lingkungan kaya teks melalui slogan atau grafiti terkait literasi di sekolah. Kepada sekolah yang masih berkembang dalam tahap ini disarankan untuk mengembangkan inovasi berliterasi dengan melakukan kerjasama melalui alumni komite atau DUDI untuk menambah koleksi buku dan memberikan penghargaan kepada siswa pembaca buku terbanyak. Dalam implementasi GLS tahap pengembangan kepada sekolah yang sudah mantap disarankan untuk mempertahankan klub baca dan membuat pelatihan menulis cerpen atau puisi untuk siswa. Kepada sekolah yang cukup mantap dalam tahap ini disarankan untuk dapat meningkatkan jam membaca mandiri untuk siswa dan membentuk klub baca. Kepada sekolah yang sudah baik dalam tahap ini disarankan untuk mengadakan festival literasi seperti pameran buku karya siswa pelatihan menulis dan lomba-lomba terkait literasi untuk meningkatkan minat siswa. Dalam implementasi GLS tahap pembelajaran kepada sekolah yang sudah mantap disarankan untuk meningkatkan strategi membaca yang bervariatif. Kepada sekolah yang cukup mantap dalam tahap ini disarankan untuk dapat mengembangkan tagihan pembelajaran yang bervariatif. Kepada sekolah yang sudah baik dalam tahap ini disarankan untuk menggunakan strategi membaca lainnya dan memberikan tagihan akademik yang lebih bervariatif. Kepada sekolah yang masih berkembang dalam tahap ini disarankan untuk memberikan penghargaan akademis kepada siswa supaya lebih bersemangat dalam pembelajaran berliterasi. Serta meningkatkan kerjasama tim literasi supaya lebih solid. Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan strategi pengelolaan GLS yang lebih inovatif. ABSTRACT Aini Wahyu Nor. 2019. Implementation of the School Literacy Movement in Junior High Schools in Malang. Thesis Indonesian Literature Department Faculty of Literature State University of Malang. Supervisor Dr. Titik Harsiati M.Pd. Keywords Implementation School Literacy This study aims to describe the implementation of activities or activities of habituation development and learning in the School Literacy Movement for Junior High Schools in Malang. Where students are expected to be able to understand information analytically critically and reflectively. That made the government initiate schools by creating a literacy movement nationally. In this era knowledge is very easy to obtain and learn by the public. The School Literacy Movement (GLS) is relevant to the needs of students and schools as the capital for the formation of quality productive and competitive human resources characterized and nationalist. This descriptive method with a qualitative approach is intended to determine the immediate situation in the field regarding the implementation of GLS at the level of junior high schools in Malang. This study describes how the implementation is implemented in schools ranging from habituation development and learning. GLS implementation data is taken from five junior high schools in Malang namely SMPN 3 SMPN 4 SMPN 5 SMPN 6 and SMPN 8. The results showed that GLS had been carried out in researched schools. In the implementation of GLS the stage of habituation of schools that have been steady in implementing GLS is SMPN 3 Malang with the addition of digital literacy. The school which is quite stable in its application is SMPN 5 Malang by not limiting reading books. The school that has been well applied namely SMPN 6 Malang occupies the third position by utilizing student work published through school magazines. The schools that are still developing are SMPN 4 Malang and SMPN 8 Malang although these two schools have their own characteristics in determining student reading. The implementation of the GLS development phase is carried out with schools holding independent reading hours except for SMPN 8. All schools have also formed a structured literacy team. In the implementation stage of development the school that has been well established is SMPN 5 by having a reading club to increase student literacy through media such as blogs or other social media. The schools which are quite well-established are SMPN 3 and SMPN 8 which have exhibited student books. The schools that have good application are SMPN 4 and SMPN 6 which hold writing training and writing competitions. The implementation of the GLS learning stage is carried out by all schools using knowledge books and enrichment books in learning related to reading. A school that has a steady implementation of the learning phase is SMPN 3 with varied academic bills namely by making anthology books by students reading reviews and reports. A fairly stable school in this stage is SMPN 6 which directs academic bills on reviews and reports. Schools that are already good at this stage are SMPN 5 which uses a skimming reading strategy that is different from the others and directs student bills to making anthology books by students. The schools that are still developing in this stage are SMPN 4 and SMPN 8 which only use the strategy of reading silently. And have not yet given an academic award to students. Suggestions for each school in implementing GLS vary according to the level of needs that need to be developed. In the implementation of the GLS habituation phase it is recommended that schools that are well established need to use school magazines to publish student work. It is suggested that schools which are quite solid at this stage should monitor the results of student reviews in literacy journals and try to make them familiar with digital literacy. Schools that are already good at this stage are advised to improve the text-rich environment through slogans or graffiti related to literacy in schools. Schools that are still developing at this stage are advised to develop literacy innovation by collaborating through alumni committees or DUDI to add to the book collection and give awards to students who read the most books. In the implementation of the GLS development stage it is recommended that schools that are well established maintain a reading club and create training in writing short stories or poems for students. It is suggested that schools which are quite stable in this stage should be able to increase independent reading hours for students and form reading clubs. Schools that are already good at this stage are advised to hold literacy festivals such as book exhibitions by students writing training and competitions related to literacy to increase student interest. In the implementation of the GLS learning phase it is recommended for schools that are well established to improve their varied reading strategies. It is recommended that schools which are quite stable in this stage be able to develop varied learning bills. Schools that are already good at this stage are advised to use other reading strategies and provide more varied academic bills. Schools that are still developing at this stage are advised to give academic awards to students for being more enthusiastic in learning literacy. And improve literacy team cooperation so that it is more solid. Suggestions for further researchers are expected to develop more innovative GLS management strategies.


Informasi Detail
DDC
Rs 372.34 AIN i
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 2019.
Deskripsi Fisik
xi, 127 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00398/KI/20
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2019
Subjek
1. GERAKAN LITERASI SEKOLAH (SEKOLAH MENENGAH PERTAMA)
2. SCHOOL LITERACY

Pembimbing
1. Titik Harsiati
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik