Skripsi
Pengaruh jumlah uang beredar (JUB), BI rate, inflasi dan kurs terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2018 / Alfia Ningsih
Abstrak
RINGKASAN Ningsih Alfia. 2019. Pengaruh Jumlah Uang Beredar (JUB) BI Rate Inflasi dan Kurs Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2018. Skripsi Program Studi Ekonomi Pembangunan Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. H. Sugeng Hadi Utomo M.S. Kata Kunci Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumlah Uang Beredar (JUB) BI Rate Inflasi dan Kurs. Berdasarkan data bahwa pergerakan IHSG di Indonesia dari tahun 2015 sampai 2018 mengalami fluktuatif. Dalam pergerakannya indeks saham di suatu negara tidak terlepas dari kondisi perekonomian negara tersebut secara makro. Indeks harga saham di Indonesia dipengaruhi oleh variabel-variabel makro seperti Jumlah Uang Beredar (JUB) BI Rate Inflasi dan Kurs. Apabila jumlah uang beredar tinggi harga saham akan diturunkan yang bertujuan supaya investor akan membeli saham yang diterbitkan dan dapat mengurangi jumlah uang yang beredar. Harga saham tidak selalu stagnan adakalanya naik atau turun tergantung permintaan dan penawaran. Dengan banyaknya jumlah uang yang beredar permintaan saham meningkat dan IHSG juga akan meningkat. Disisi lain BI rate berpengaruh terhadap IHSG apabila BI rate meningkat dapat menyebabkan investor mengalihkan dananya kepada pasar uang sehingga dapat menyebabkan IHSG menurun. Selain itu Inflasi juga berpengaruh terhadap IHSG karena apabila suatu negara mengalami tingkat inflasi yang tinggi dapat menyebabkan harga barang meningkat sedangkan minat masyarakat menurun. Hal ini akan menurunkan minat investor untuk berinvestasi dan menyebabkan IHSG menurun. Disisi lain Kurs berpengaruh terhadap IHSG apabila kurs rupiah meningkat dapat menyebabkan IHSG meningkat dikarenan nilai rupiah menguat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh Jumlah Uang Beredar (JUB) BI Rate Inflasi dan Kurs Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2018. Rancangan dan jenis penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumlah Uang Beredar (JUB) BI Rate Inflasi dan Kurs pada bulan Januari 2015 sampai bulan Desember 2018. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan menggukan kurung waktu(time series). Berdasarkan hasil penelitian diketahui Jumlah Uang Beredar (JUB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). BI Rate berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kurs tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Secara simultan dapat disimpulkan bahwa Jumlah Uang Beredar (JUB) BI Rate Inflasi dan Kurs berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).