Skripsi
Perbedaan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif dasar listrik dan elektronika karena pengaruh model RICOSRE berbantuan audio visual dibandingkan model challenge based learning berbantuan audio visual pada siswa kelas X TEI di SMKN 1 Kepanjen / Febriana Charisma Putri
Abstrak
ABSTRAK Putri Febriana Charisma. 2019. Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif Dasar Listrik dan Elektronika Karena Pengaruh Model RICOSRE Berbantuan Audio Visual Dibandingkan Model Challenge Based Learning Berbantuan Audio Visual Pada Siswa Kelas X TEI di SMKN 1 Kepanjen . Skripsi Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Eng. Anik Nur Handayani S.T. M.T. (2) Drs. Hari Putranto M.Pd.. Kata kunci Kemampuan Berpikir Kritis Hasil Belajar Kognitif Model Pembelajaran RICOSRE Model Pembelajaran Chalenge Based Learning audio visual Suatu pembelajaran akan berjalan baik apabila model pembelajaran yang digunakan sesuai dengan karakteristi materi yang diajarkan sehingga mempermudah siswa untuk mengerti dan paham materi yang diajarkan oleh guru. Pada proses pembelajaran di SMKN 1 Kepanjen khususnya pada mata pelajaran dasar listrik dan elektronika masih menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada guru. Proses pembelajaran kurang memfasilitasi siswa dalam bepikir kritis sehingga menyebabkan hasil belajar kognitif beberapa siswa yang masih rendah. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif mata pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika karena pengaruh penerapan model RICOSRE berbantuan audio visual. Data penelitian diperoleh dari hasil posttest. Rancangan penelitian pada penelitian ini menggunakan dua kelas eksperimen yaitu kelas eksperimen A yang diberi perlakuan model RICOSRE berbantuan audio visual dan kelas eksperimen B yang diberi perlakuan model Challenge Based Learning berbantuan audio visual. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik purposive sampling mengacu pada beberapa aspek yang ada pada subjek penelitian yang digunakan. Subjek penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas X program keahlian Teknik Elektronika Industri (TEI) di SMKN 1 Kepanjen. Subjek penelitian dari kelas A berjumlah 35 siswa pada kelas X TEI 1 dengan pemberian perlakuan model pembelajaran RICOSRE. Subjek penelitian kelas B berjumlah 34 siswa pada kelas X TEI 4 dengan pemberian perlakuan model pembelajaran Challenge Based Learning. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa (1) nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis kelas A berada pada kategori tinggi dengan presentase siswa yang memilliki kemampuan berpikir kritis tinggi sebesar 74% dan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis renah sebesar 26% (2) nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis kelas B berada pada kategori tinggi dengan presentase siswa yang memilliki kemampuan berpikir kritis tinggi sebesar 54% dan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis renah sebesar 46% (3) nilai rata-rata hasil belajar kognitif kelas B berada pada kategori sangat tinggi setelah mendapatkan perlakuan model RICOSRE berbantuan audio visual dengan nilai rata-rata 86 77 dan seluruh siswa mencapai ketuntasan (4) nilai rata-rata hasil belajar kognitif kelas B berada pada kategori sangat tinggi setelah mendapatkan perlakuan model Challenge Based Learning berbantuan audio visual dengan nilai rata-rata 83 26 dan seluruh siswa mencapai ketuntasan (5) terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis A karena perlakuan model RICOSRE dibandingkan kelas B karena perlakuan model Challenge Based Learning (6) terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar kognitif A karena perlakuan model RICOSRE dibandingkan kelas B karena perlakuan model Challenge Based Learning.