Skripsi
Retorika tuturan direktif dalam buku teks bahasa Jawa untuk siswa SMA / Muhammad Ulul Azmi Setiawan
Abstrak
RINGKASAN Setiawan M. Ulul Azmi. 2019. Retorika Tuturan Direktif dalam Buku Teks Bahasa Jawa untuk Siswa SMA. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Imam Suyitno M.Pd. Kata kunci tuturan direktif retorika dan buku teks. Pelajaran bahasa Jawa memiliki buku teks yang dibuat khusus sesuai dengan kompetensi yang dipelajari dan jenjangnya. Di dalam buku teks tersebut terdapat tuturan-tuturan penulis buku teks. Salah satu tuturan tersebut adalah tuturan direktif. Tuturan ini disampaikan penulis dengan cara memilah dan memilih kata struktur dan model sesuai dengan kebutuhan. Kemampuan penulis dalam mengomposisikan tuturan direktif secara efektif dan baik dari segi bentuk struktur dan modelnya disebut dengan retorika. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan retorika bentuk kata struktur dan model tuturan direktif penulis dalam buku teks bahasa Jawa untuk siswa SMA. Data penelitian ini berupa tuturan direktif penulis yang terdapat dalam buku teks bahasa Jawa berjudul Sastri Basa dan Wiyata Basa untuk siswa SMA kelas X XI dan XII. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data adalah dengan studi dokumen karena data yang dikumpulkan berupa data tertulis. Prosedur pengumpulan data diawali dengan memilih sumber data mengidentikasi data dan mengumpulkan data sesuai dengan fokus penelitian yang telah ditentukan. Selanjutnya peneliti melakukan analisis data dengan mereduksi data menyajikan data dan kesimpulan serta verifikasi data. Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai retorika tuturan direktif dalam buku teks bahasa Jawa terdapat tiga temuan yang sesuai fokus penelitian. Pertama bentuk kata retorika tuturan direktif yang terdiri atas (1) bentuk kata dengan makna memerintah yang dikategorikan lagi menjadi tiga yaitu (a) bentuk kata bersufiks en (b) bentuk kata bersufiks na (c) bentuk kata bersufiks ana dan bentuk kata bersufiks a (2) bentuk kata dengan makna mengajak yang dikategorikan lagi menjadi dua yaitu bentuk kata kesantunan ayo dan bentuk kata kesantunan coba (3) bentuk kata dengan makna menanya yang dikategorikan menjadi dua yaitu bentuk kata tanya apa dan bentuk kata tanya kepriye. Kedua struktur retorika tuturan direktif yang terdiri atas (1) struktur tema tunggal yang dikategorikan lagi menjadi tiga yaitu (a) tema tunggal di depan rema (b) tema tunggal di depan rema berekor dan (c) tema tunggal di depan rema ganda (2) struktur tema ganda yaitu (a) tema ganda di depan rema (3) struktur tanpa tema yang dikategorikan menjadi tiga yaitu (a) rema tunggal (b) rema ganda dan (c) rema berekor. Ketiga model retorika tuturan direktif yang terdiri atas (1) model perintah langsung (2) model perintah tidak langsung dan (3) model tanya langsung. Dari hasil penelitian ini diharapkan (1) dapat menjadi referensi untuk peneliti selanjutnya sebagai penelitian lanjutan terkait analisis retorika tuturan direktif dalam buku teks bahasa Jawa guna mengetahui keefektifan penggunaan retorika tuturan direktif tersebut dalam pembelajaran (2) digunakan sebagai acuan untuk penelitan lanjutan mengenai retorika tuturan direktif dalam buku teks bahasa Jawa dengan fokus dann metode yang berbeda dan (3) digunakan untuk mengembangkan buku teks bahasa Jawa yang disesuaikan dengan kemampuan bahasa siswa dan kebutuhan pembelajaran kelas yang efektif dan efisien.