Skripsi
The evaluation of the communicativeness of english coursebook entitled bahasa inggris SMA/SMK/MAK 2015 for the 12 graders of vocational high school / Tania Amandasari
Abstrak
RINGKASAN Amandasari Tania. 2019. The Evaluation of The Communicativeness of English Coursebook Entitled Bahasa Inggris SMA / SMK / MA / MAK 2015 for The 12 Graders of Vocational High School. Skripsi Pendidikan Bahasa Inggris JurusanSastraInggris FakultasSastra UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Sri Rachmajanti Dip.TESL M.Pd. (2) Dr. AnikNunukWulyani S.Pd. M.Pd. Kata Kunci Buku Evaluasi Kompetensikomunikatif Kelasduabelas SMK. Kemampuan berkomunikasi di era globalisasi sangat penting.Menguasai Bahasa Inggris adalah salah satu kunci bagi siswa sekolah menengah kejuruan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mereka di era industrialisasi. Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan siswa SMK untuk memiliki keterampilan komunikasi yang baik melalui Peraturan Pemerintah No.17 2016 Pasal 76 menyatakan bahwa tujuan pengajaran bahasa Inggris di sekolah menengah kejuruan adalah untuk meningkatkan kemampuan ilmiah dan teknologi siswa yang relevan dengan kebutuhan sosial. Dengan demikian sekolah menengah kejuruan perlu memfasilitasi siswa mereka dengan standar kompetensi komunikasi yang dibutuhkan oleh bidang kerjap rofesional. Salah satu alat untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi adalah melalui buku pelajaran. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan perspektif guru Bahasa Inggris sekolah menengah kejuruan dan perspektif dari siswa kelas 12 sekolah menengah kejuruan mengenai kekomunikatifan buku bahasa Inggris berjudul Bahasa Inggris sekolah menengah / kejuruan / MA / MAK 2015. Penelitian ini menggunakan lembarevaluasi yang diadaptasi dari empat teori olehCunningsworth (1995) Celce Murcia (2007) Nunan (1991)dan BSNP (2016) dikarenakan keempat teori ini memiliki aspek yang berkaitan dengan kekomunikatifan buku. Kuesioner siswa juga digunakan sebagai instrumen penelitian dikarenakan kegiatan pembelajaran dalam buku yang berpusat pada siswa. Temuan menunjukkan bahwa pemenuhan keseluruhan buku pelajaran ini adalah 72% dari perspektif guru dan dari perspektif siswa adalah 60 3% yang berarti cukup cocok untuk siswa kelas 12 sekolah menengah kejuruan. Temuan lain dalam penelitian ini adalah jumlah topik yang tidak seimbang antara materi sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan. Hanya 6 dari 16 bab yang sesuai dengan kompetensi inti dan dasar untuk siswa sekolah menengah kejuruan. Berkenaan dengan temuan ini peneliti mengusulkan beberapa saran untuk pemerintah guru dan peneliti masa depan. Pemerintah harus membuat buku pelajaran bahasaI nggris khusus yang mencakup kebutuhan siswa sekolah menengah kejuruan.Para guru harus mengembangkan materi mereka sendiri untuk mencakup materi yang hilang dalam buku pelajaran dan meningkatkan keterampilan mereka melalui lokakarya seminar dan pelatihan. Para peneliti di masa depan perlu memilih criteria spesifik dari pendekatan komunikatif ketika mereka ingin mengevaluasi buku pelajaran.