Skripsi
Hubungan tingkat stres dan kemampuan manajemen stres terhadap perilaku agresi siswa kelas X MAN 2 Blitar / Miutia Aris Inayati
Abstrak
RINGKASAN Inayati Miutia Aris. 2019. Hubungan Tingkat Stres dan Kemampuan Manajemen Stres Terhadap Perilaku Agresi Siswa Kelas X MAN 2 Blitar. Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Djoko Budi Santoso M.Pd. (II) Dr. H. Adi Atmoko M.Si. Kata Kunci Tingkat Stres Manajemen Stres dan Perilaku Agresi Tindakan kekerasan merupakan salah satu dampak dari perubahan perilaku yang dilakukan masyarakat modern sehingga memudarkan kepedulian terhadap norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di dalam masyarakat. Di Indonesia fenomena perilaku agresi remaja seringkali terjadi dan mendapatkan perhatian banyak pihak lain. Perilaku agresi adalah ekspresi kemarahan yang meluap-luap dengan melakukan serangan secara kasar dalam bentuk perusakan terhadap orang atau benda secara verbal seperti membentak menangis berteriak mengeluarkan kata-kata kasar maupun non-verbal seperti membanting barang-barang dan melukai diri sendiri hal ini menjadikan pengelolaan atau manajemen stres menjadi hal penting dalam upaya mengendalikan tingkat stress sebagai upaya untuk mengendalikan perilaku agresi pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) tingkat stres siswa kelas X MAN 2 Blitar (2) manajemen stres siswa (3) perilaku agresi siswa (4) hubungan antara tingkat stres dan perilaku agresi siswa (5) hubungan antara kemampuan manajemen stres dan perilaku agresi siswa dan (6) hubungan antara tingkat stress dan kemampuan manajemen stres terhadap perilaku agresi siswa. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan secara pasial ataupun simultan antara tingkat stres dan kemampuan manajemen stres terhadap perilku agresi siswa kelas X MAN 2 Blitar. Rancangan penelitian yang digunakan ini adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MAN 2 Blitar. Pengambilan subjek dilakukan dengan menggunakan metode cluster random sampling yang terdiri dari empat dari sepuluh kelas yang ada. Dari hasil pengundian didapatkan empat kelas yaitu XMIA4 XIIS2 XIIS3 dan XIIS5. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala dengan teknik analisis data menggunakan analisis korelasi (bivariate correlation). Hasil analisis dapat diketahui bahwa (1) tingkat stres siswa 84 21% dalam kategori tinggi (2) manajemen stres siswa 87 5% dalam kategori rendah (3) perilaku agresi siswa 61 18% dalam kategori sangat tinggi (4) terdapat hubungan antara tingkat stres dan perilaku agresi dengan korelasi 0 163 dan nilai signifikan 0 044 (5) terdapat hubungan yang signifikan positif antara kemampuan manajemen stres dan perilaku agresi dengan korelasi 0 251 dan nilai signifikan 0 002 (6) dan terdapat hubungan yang signifikan positif antara tingkat stres dan kemampuan manajemen stres dengan perilaku agresi siswa dengan koefisien 0 078. Saran yang diajukan untuk konselor diharapan untuk melakukan upaya pengendalian terjadinya stres pada siswa melalui penerapan menajemen stres yang tepat sehingga perilaku agresi siswa dapat dihindarkan yaitu dengan melakukan pendekatan kepada siswa sehingga terjadinya stres dapat dikendalikan.