Skripsi
Analisis pengambilan keputusan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Metode Kontrasepsi Non Jangka Panjang (NON MKJP) pasangan usia subur (studi kasus: Desa Kedawung Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang / Lailatul Maghfiroh
Abstrak
RINGKASAN Maghfiroh Lailatul. 2019. Analisis Pengambilan Keputusan Metode KontrasepsiJangka Panjang (Mkjp) Dan Metode Kontrasepsi Non Jangka Panjang (Non Mkjp) Pasangan Usia Subur (Studi Kasus Desa Kedawung Kecamatan Padang Kab. Lumajang). Geography Major. Faculty of Social Science. State University of Malang. Pembimbing (I) Dr. Singgih Susilo M.S M.Si. (II) Drs. Djoko Soelistijo M.Si. Kata Kunci Pengambilan Keputusan MKJP Non MKJP Pasangan Usia Subur (PUS) Gerakan KB Nasional selama ini telah berhasil mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam membangun keluarga kecil yang makin mandiri. Keberhasilan ini mutlak harus diperhatikan bahkan terus ditingkatkan karena pencapaian tersebut belum merata sementara ini kegiatan Keluarga Berencana masih kurangnya dalam penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Kontrasepsi atau antikonsepsi adalah upaya mencegah terjadinya konsepsi denga memakai cara alat atau obatobatan. Metode kontrasepsi adalah hal yang dipilih sebelum memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang diinginkan metode dalam hal ini menyangkut waktu dalam jangka panjang aupun jangka pendek dalam metode kontrasepsi sendiri terdapat 2 macam metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dan metode kontrasepsi non jangka panjang (Non MKJP) pengguna Non MKJP dinilai lebih tinggi. Beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan akseptor dalam penelitian ini adalah pendidikan umur informasi yang diterima secara langsung pendapatan keluarga serta status pekerjaan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan akseptor KB untuk memilih metode kontrasepsi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif apakah faktor tersebut memiliki pengaruh yang besar terhadap akseptor untuk menentukan antara MKJP dan Non MKJP. Populasi pada penelitian ini adalah akseptor KB Desa Kedawung Kecamatan Padang. Sampel diambil sebanyak 84 responden dengan metode slovin Hasil dari penelitian ini adalah keputusan pemilihan metode kontrassepsi antara MKJP dan Non MKJP adalah pendidikan usia informasi yang diterima akseptor secara langsung status pekerjan serta pendapatan keluarga. variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pemilihan metode kontrassepsi adalah usia dan tingkat pendidikan. Sedangkan variabel yang tidak memiliki pengaruh yang signifikan adalah status pekerjaan pendapatan keluarga informasi yang diterima secara langsung