UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Sistem penunjuk posisi benda bergerak berbasis 2 GPS menggunakan mikroposesor (AVR) arduino uno / Machfuddin Yulianto

Yulianto, Machfuddin - Nama Orang;

Abstrak
RINGKASAN Yulianto Machfuddin. 2019. Sistem Penunjuk Posisi Benda Bergerak Berbasis 2 GPS Menggunakan Mikroprosesor (AVR) Arduino Uno. Skripsi Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Samsul Hidayat S.Si. M.T. (II) Dr. Hari Wisodo S.Pd. M.Si. Kata Kunci GPS arduino uno antena pelacak posisi benda bergerak. . GPS (Global Positioning System) meupakan teknologi yang mampu memberikan informasi kedudukan benda yang berada dipemukaan bumi. Informasi yang disajikan memiliki koordinat tiga dimensi yaitu posisi terhadap garis lintang bujur dan ketinggian dari pemukaan laut (Budiawan hal. 2). Salah satu bagian dari CGS yang memiliki fungsi melacak keberadaan sebuah benda ialah Antenna Tracker. Oleh sebab itudalam perkembangan Antenna Tracker ini maka akan dibuat sebuah penunjuk arah atau antenaTracker (pointer) yang akan selalu mengarah pada kapal terbang sehingga data tentang informasi pada GPS dapat terkirim dengan biaya yang tidak begitu mahal akan tetapi memiliki kemampuan dan fungsi yang hampir sama dengan menggunakan dua GPS yang diproses menggunakan pengolah data arduino Uno komunikasi data dengan radio telemetri. Sebelum dilakukan penyusunan system penunjuk benda bergerak pengujian GPS diperlukan untuk mengetahui karakteristik keluarannya di antaranya pengaruh sudut azimuth dan sudut elevasi antara kedua GPS jarak GPS1 dengan GPS2 menggunakan antenna traker U blox neo 6 dengan kalibrasi otomatis keluaran GPS berupa data NMEA digital 16 bit yang dapat diakses melalui protokol bus serial I2C. Melalui akses bus serial Penunjuk benda bergerak ini memiliki dua tahap kerja yaitu (1) Pengukuran jarak antara kedua GPS dilakukan dengan menanam radio telemtri pada benda bergerak yaitu GPS2 yang akan divariasi jaraknya dengan posisi radio receiver yang berada pada pointer (GPS1) (2) menentukan posisi sudut elevasi dan azimuth berdasarkan data dari kedua GPS dan hasil jarak yang telah diukur. Berdasarkan hasil pengujian kedua GPS atau antenna tracker diperoleh (1) semakin besar perbedaan jarak GPS1 terhadap GPS2 maka semakin besar penyimpangan arah pointer yang terdeteksi (3) semakin kecil sudut azimuth GPS1 terhadap GPS2 maka semakin besar keakuratannya. Berdasarkan perancangan sistem penunjuk benda bergerak diperoleh (1) rata-rata kesalahan sudut penunjukan posisi benda bergerak setelah melakukan pengukuran posisi benda adalah sangat besar (2)dari perhitungan hasil pengukuran didapatkan sudut azimuth sebesar 1.84 . (3)didapatkan juga hasil perhitungan untuk sudut elevasi sebesar 9.52 .


Informasi Detail
DDC
Rs 526.640285 YUL s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Fisika, 2019.
Deskripsi Fisik
xvii, 49 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00441/KI/20
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2019
Subjek
1. GLOBAL POSITIONING SYSTEM (MATEMATIKA GEOGRAFI)
2. GLOBAL POSITIONING SYSTEM (MATHEMATICAL GEOGRAPHY)

Pembimbing
1. Samsul Hidayat; 2. Hari Wisodo
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik