Skripsi
Pengaruh pemasangan oil cooler terhadap temperatur dan daya mesin pada motor ninja 250 FI 2015 / Eric Kristiono
Abstrak
ABSTRAK Kristiono Eric. 2018. Pengaruh Pemasangan Oil Cooler Terhadap Temperatur Serta Daya Mesin pada Motor Kawasaki Ninja 250 FI 2015. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Imam Muda Nauri S.T. M.T. (2) Drs. Paryono S.T. M.T. Kata Kunci Oil Cooler temperatur daya Sistem pendingin pada sepeda motor berfungsi tidak hanya untuk mendinginkan mesin tetapi berfungsi juga untuk menstabilkan mesin saat bekerja. Sistem pendingin mempunyai peranan yang sangat signifikan terhadap kinerja mesin apabila sistem pendingin kurang optimal dalam mendinginkan mesin maka akan mempengaruhi daya serta efisiensi yang dihasilkan kurang. Pada beberapa motor sport sendiri sudah dilengkapi dengan sistem pendingin berjenis water cooling akan tetapi dalam kesehariannya masih sering dijumpai motor ini mengalami panas berlebih atau overheating. Salah satu cara untuk mengurangi overheating adalah dengan memasangkan sistem pendingin tambahan berupa Oil Cooler. Overheating selain mengurangi efisien mesin jika terus dipaksakan bisa merusak motor itu sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara temperatur dan daya mesin setelah dipasang Oil Cooler pada mesin. Jenis penelitian penelitian ini adalah penelitian experimental. Objek penelitian ini adalah motor Ninja 250 FI tahun 2015. tahap penelitian dibagi menjadi dua bagian bagian pertama penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh Oil Cooler terhadap daya mesin dan penelitian kedua dilakukan untuk mengetahui pengaruh Oil Cooler terhadap temperatur mesin. Hasil dari penelitian dianalisis menggunakan metode Paired Sample Test dengan bantuan program SPSS Statitics 18.0 For Windows. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa terdapat pegaruh pemasangan Oil Cooler terhadap daya temperatur serta daya mesin. Dimana kriteria pengujiannya adalah jika nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel maka terdapat pengaruh yang signifikan. Dari analisis pengaruh Oil Cooler terhadap temperatur mesin didapat nilai t hitung 10 936 dengan taraf signifikasi 0 000 dan untuk distribusi nilai t tabel 1 792. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa nilai t hitung 10 936 lebih besar dari nilai t tabel 1 792. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan temperatur antara sebelum pemasangan Oil Cooler dengan sesudah. Sedangkan analisis pengaruh Oil Cooler terhadap daya mesin didapat nilai t hitung 7 074 dengan taraf signifikasi 0 000 dan untuk distribusi nilai t tabel 1 792. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa nilai t hitung 7 074 lebih besar dari nilai t tabel 1 792. Dari uraian data tersebut dapat disimpulkan pula bahwa ada perbedaan daya yang dihasilkan antara sebelum pemasangan Oil Cooler dengan sesudah pemasangan. Disarankan untuk pengguna motor Kawasaki Ninja 250 FI agar selalu merperhatikan serta merawat mesin motornya termasuk dengan sistem pendukungnya. Dengan selalu merawat kondisi mesin tidak hanya membuat performa motor tetap terjaga tetapi juga membuat umur pakai kendaraan menjadi lebih lama.