Tugas Akhir
Sifat organoleptik abon ikan substitusi jantung pisang / Rizky Amalia Dewi
Abstrak
Kata Kunci sifat organoleptik abon ikan jantung pisang Abon ikan adalah produk abon yang dibuat dengan menggunakan ikan wader dan jantung pisang sebagai bahan utama. Penggunaan jantung pisang bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan tingkat kesukaan yang meliputi rasa tekstur aroma dan warna dari abon ikan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu membuat abon ikan berbahan dasar ikan wader dengan persentase berbeda serta penambahan jantung pisang dengan jumlah persentase yang berbeda. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Sidik Ragam. Apabila ada perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan dengan menggunakan Uji Duncan s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada taraf 1% terhadap tekstur rasa aroma dan warna abon ikan substitusi jantung pisang sebanyak 40% 50% dan 60%. Hasil uji mutu hedonik abon ikan substitusi jantung pisang sebesar 60% menghasilkan tekstur berserat sedangkan abon ikan substitusi jantung pisang sebesar 40% menghasilkan rasa gurih aroma ikan yang tajam dan warna coklat kurang gelap. Hasil uji mutu hedonik abon ikan menunjukkan semakin banyak substitusi jantung pisang maka panelis semakin menyukai tekstur abon ikan dan semakin sedikit substitusi jantung pada pembuatan abon ikan maka panelis menyukai rasa aroma dan warna abon ikan. Panelis cenderung menyukai rasa aroma dan warna abon ikan substitusi jantung pisang sebesar 40% dan tekstur pada abon ikan dengan substitusi jantung pisang sebesar 40%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah substitusi jantung pisang dalam pembuatan abon ikan akan menghasilkan sifat organoleptik yang berbeda secara signifikan. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu perlu diteliti mengenai masa simpan abon serta produk inovasi dari jantung pisang.