Skripsi
Perbedaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Direct Instruction (DI) terhadap hasil belajar pada kompetensi kejuruan mendiagnosis permasalahan pengoperasian pc dan peripheral Program Keahlian TKJ kelas X SMKN 01 Blitar / Yohan Agusta Setiawan
Abstrak
Agusta Yohan Setiawan. 2013. Perbedaan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Direct Instruction (DI) terhadap Hasil Belajar pada Kompetensi Kejuruan Mendiagnosis Permasalahan Pengoperasian PC dan Periferal Program Keahlian TKJ Kelas X SMKN 01 Blitar. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara M.Pd. (II) Yuni Rahmawati S.T. M.T. Kata Kunci direct instruction hasil belajar problem based learning. 12288 12288 12288 12288 Pembelajaran di kelas membuat siswa kurang kreatif dan pasif dalam memecahkan masalah. Kesulitan memecahkan masalah dikarenakan model pembelajaran yang digunakan masih membuat siswa kurang antusias dalam memperhatikan materi pembelajaran yang disampaikan guru. Selain itu guru belum memberikan contoh penyelesaian masalah sebelum siswa melakukan pemecahan masalah. Hal ini menyebabkan materi belum bisa tertanam secara mendalam pada siswa sehingga siswa menjadi lupa jika dilakukan review materi yang telah diberikan sebelumnya serta menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Penelitian dengan penerapan model problem based learning ini dilakukan dalam upaya meningkatkan motivasi pemahaman dan kemampuan memecahkan masalah pada kompetensi kejuruan mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan peripheral. Model problem based learning melatih siswa dalam menghadapi masalah. Siswa dipacu untuk kreatif aktif dan tanggap dalam menghadapi berbagai masalah pada pembelajaran. Sedangkan guru memotivasi memberikan arahan dan menjadi fasilitator. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperiment dengan pola Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel yang digunakan sebanyak dua kelas yaitu kelas X TKJ-1 sebagai kelompok eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan model problem based learning dan kelas X TKJ-2 sebagai kelompok kontrol yang diberi perlakuan menggunakan model direct instruction. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis dengan teknik uji-t dua pihak yang digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar siswa. 12288 12288 12288 12288 Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) hasil belajar pada model problem based learning telah terjadi peningkatan hasil belajar hal ini dapat dilihat pada nilai kemampuan awal siswa dengan nilai rata-rata sebesar 65 66 setelah diadakan perlakuan nilai rata-ratanya menjadi sebesar 84 20 sedangkan (2) hasil belajar pada model direct instruction telah terjadi peningkatan hasil belajar hal ini dapat dilihat pada nilai kemampuan awal siswa dengan nilai rata-rata sebesar 64 76 setelah diadakan perlakuan nilai rata-ratanya menjadi sebesar 76 18 dan (3) adanya perbedaan hasil belajar pada kelas kontrol dan eksperimen. Hal ini dibuktikan dari nilai sig 0 05 pada uji-t dua pihak. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi kejuruan mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan periferal.