Disertasi
Pengaruh tipe model pembelajaran blended learning terhadap hasil belajar teknologi pendidikan pada mahasiswa yang memiliki computer self efficacy berbeda / Husni Idris
Abstrak
ABSTRAK Idris Husni. 2015. Pengaruh Tipe Model Pembelajaran Blended Learning terhadap Hasil Belajar Teknologi Pendidikan pada Mahasiswa yang Memiliki Computer Self Efficacy Berbeda. Disertasi Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. I Wayan Ardhana M.A (2) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng M.Pd (3) Dr. Waras Kamdi M.Pd. Kata Kunci model pembelajaran blended learning computer self efficacy hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji (1) perbedaan hasil belajar teknologi pendidikan mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran blended learning tipe 1 (face to face online dan offline) dan model pembelajaran blended learning tipe 2 (face to face dan offline) (2) perbedaan hasil belajar teknologi pendidikan mahasiswa yang memiliki computer self efficacy (CSE) tinggi dan mahasiswa yang memiliki computer self efficacy (CSE) rendah (3) interaksi antara penggunaan tipe model pembelajaran blended learning dan Computer self efficacy (CSE). Penelitian ini menggunakan metode faktorial 2x2 versi non equivalent control group design dengan mengambil tempat penelitian di STAIN Manado yang dilaksanakan pada semester ganjil 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 3 Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berjumlah 140 partisipan yang terbagi menjadi 2 kelas eksperimen (blended learning tipe 1) 70 partisipan dan 2 kelas kontrol (blended learning tipe 2) 70 partisipan. Hipotesis diuji dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar teknologi pendidikan mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran blended learning tipe 1 dan model pembelajaran blended learning tipe 2 menunjukkan adanya perbedaan yang siginifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai F hitung sebesar 102 105 dengan probabilitas (p) 0 000 (2) hasil belajar teknologi pendidikan mahasiswa yang memiliki CSE tinggi dan CSE rendah menunjukkan perbedaan yang signifikan yang ditunjukkan dengan nilai F hitung sebesar 28 387 dengan probabilitas (p) 0 000 (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran blended learning dengan Computer self efficacy (CSE) yang dibuktikan dengan perolehan nilai F hitung sebesar 3 098 dengan probabilitas (p) 0 082. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat beberapa catatan penting yang direkomendasikan kepada dosen selaku perencana maupun pelaksana pembelajaran. Temuan penelitian ini menyatakan bahwa blended learning tipe 1 lebih baik daripada blended learning tipe 2 karenanya dosen dituntut mampu merancang dan mengelola tipe model pembelajaran blended learning tipe 1 dengan arif relevan dan tepat antara potensi face to face online dan offline. Selain itu terlepas dari keunggulan model pembelajaran blended learning model pembelajaran blended learning juga bisa dijadikan alternatif pemecahan masalah tentang sistem pembelajaran di perguruan tinggi yakni pembelajaran terbagi menjadi pembelajaran tatap muka melalui modul pembelajaran terstruktur melalui pembelajaran online asyncronous dan pembelajaran mandiri yang bisa dilakukan dengan menggunakan media interaktif.